catatan Seputar Informasi Ter Update

Selasa, 20 Februari 2018

Berikut Banyuwangi Difasilitasi Jepang Belajar Pembangunan Wisata

PT Debindo Mitra Tama akan memperkenalkan teknologi terbaru di bidang properti pada Jogja Indonesia Building Technology Expo 2011 yang akan diselenggarakan pada 23 hingga 27 November 2011. Kegiatan yang didukung oleh Kementrian Perindustrian, Kementrian Perdagangan, Kadin serta Ikatan Arsitek Indonesia DIY ini nantinya akan memamerkan teknologi terkini yang dibutuhkan masyarakat, semisal genteng ringan, genteng yang tahan pecah, waterproof, lebih tipis dan ringan. “Teknologi ini dibutuhkan masyarakat terutama di daerah yang rawan bencana,” ujar General Manager PT Debindo Mitra Tama, Boediono.






Selain teknologi terbaru, pameran yang akan diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC) ini nantinya juga akan menampilkan penemuan terbaru yang dihasilkan mahasiswa di bidang properti. Bekerjasama dengan UGM, pihaknya akan memamerkan inovasi yang belum pernah ditunjukkan. “Pameran ini kan akan dikunjungi peserta dari berbagai kalangan, jadi kami memfasilitasi mahasiswa agar karyanya bisa dilihat peserta. Melalui kegiatan ini, peserta juga akan lebih menghargai karya mahasiswa,” imbuhnya.

Sementara itu Project Manager Jogja Indonesia Building Technology Expo 2011 Amir Aed Alkatiri mengatakan pada pameran ini akan ditampilkan produk-produk dari industry bahan bangunan seperti granit, keramik, glass decoration, genteng, semen, trails, gypsum dan mortar, ceramic wall dan floor tile serta masih banyak yang lainnya. Pameran ini juga akan menghadirkan berbagai agenda seperti presentasi Pasca kunjungan Konjen Jepang Masaki Tani di Banyuwangi, Pemerintah Jepang berencana memfasilitasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi untuk belajar tentang pengembangan wisata Negara Sakura tersebut.

ASN Banyuwangi rencananya akan dibiayai dan difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Jepang untuk datang dan belajar langsung ke negara tersebut. Kunjungan ini akan dilaksanakan pada tanggal 20-27 Februari 2018 mendatang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kesempatan itu akan dimanfaatkan oleh ASN yang ditugaskan untuk menggali strategi Jepang, terutama dalam membangun industri pariwisatanya. Setiap tahun, Jepang tercatat mampu menggaet sekitar 20 juta wisatawan mancanegara.

"Relasi yang baik telah mendatangkan keuntungan bagi Banyuwangi dalam membangun jejaring internasional. Saya sudah sampaikan ke tim Badan Perencanaan Pembangunan Banyuwangi yang diberangkatkan ke Jepang untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik," ujar Anas kepada wartawan.

Sebelumnya, Anas pada akhir Januari lalu bertemu dengan Konsul Jenderal Jepang, Masaki Tani. Dalam perbincangan itu, Anas berharap bisa memperkuat jaringan pengembangan pariwisata dengan Jepang, terutama dalam memperkuat desa wisata berbasis adat tradisi. Dalam hal ini Anas berkaca pada prestasi Jepang yang terkenal berhasil membangun wisata berbasis adat tradisi seperti Desa Shirakawa-go, sebuah desa tradisional di Pulau Honshu Jepang.

Anas juga menjadikan momentum ini sebagai pintu untuk menggaet wisatawan Jepang ke Banyuwangi. Selama ini, wisatawan Jepang ke Banyuwangi banyak mengunjungi Kawah Ijen, namun jumlahnya tak sampai 3.000 per tahun. Padahal, potensinya sangat besar.

"Tiap tahun, turis asal Jepang yang ke Bali hampir 240.000. Kalau kita bisa ambil 3 persen saja menarik mereka ke Banyuwangi, sudah dapat 12.000 turis. Maka kita berharap relasi yang baik ini menjadi pintu promosi lebih masif ke publik Jepang," papar Anas.

Ia secara khusus meminta ASN yang diberangkatkan untuk mempelajari implentasi konsep "Cool Japan" yang sukses membangun perpaduan antara seni-budaya tradisional dan budaya populer kekinian.

"Jepang membangun ekonomi berbasis budaya, pemasaran ekonominya sangat halus. Persis seperti Korea Selatan. Itu yang perlu dipelajari khusus di sana," pinta Anas.

Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspotondo, menambahkan, ASN Bappeda yang difasilitasi Jepang akan mempelajari detail pembangunan Jepang. Selain itu, akan ke bangunan bersejarah dan menyelami langsung berbagai wujud budaya tradisional. "Tim juga akan diajak tinggal di homestay dan farmstay. Ini sangat sesuai dengan apa yang akan Banyuwangi kembangkan," timpal Suyanto. produk, konsultasi gratis arsitektur dan interior, talkshow tentang arsitektur dan interior.

0 komentar:

Posting Komentar